Kebanyakan website bisnis molor bukan karena desainnya sulit, tapi karena menunggu bahan: logo belum ketemu, foto belum diambil, teks belum ditulis. Pengerjaan berhenti, lalu menunggu lagi. Checklist ini membantu Anda menyiapkan semuanya lebih dulu, supaya pembuatan website berjalan tanpa jeda.
Apa yang Perlu Disiapkan Sebelum Membuat Website?
Sebelum membuat website bisnis, siapkan sepuluh hal: tujuan website, profil bisnis, daftar layanan atau produk, foto dan logo, kontak dan lokasi, testimoni, domain dan hosting, referensi desain, kata kunci target, dan penanggung jawab konten. Tidak semuanya harus sempurna. Yang penting sudah ada sebelum pengerjaan dimulai.
1. Tujuan Website
Apa yang Anda harapkan dari website ini? Mendapat pertanyaan via WhatsApp, penjualan online, membangun kredibilitas, atau mengumpulkan calon pelanggan? Tujuan menentukan struktur dan desain. Website untuk menerima pesanan berbeda jauh dengan website yang tugasnya menunjukkan bahwa perusahaan Anda layak dipercaya.
2. Profil Bisnis
Siapkan deskripsi singkat bisnis Anda: apa yang dijual, siapa pembelinya, apa keunggulan dibanding pesaing. Ini menjadi bahan utama halaman beranda dan tentang kami. Belum tahu isinya seperti apa? Lihat apa itu company profile untuk gambaran isinya.
3. Daftar Layanan atau Produk
Tulis daftar layanan atau produk beserta penjelasannya. Tentukan juga apakah harga akan ditampilkan atau pelanggan harus menghubungi dulu. Jumlah halaman dan fitur yang Anda butuhkan memengaruhi biaya, jadi ini juga bahan awal untuk menghitung biaya pembuatan website.
4. Foto dan Materi Visual
Foto asli selalu lebih meyakinkan daripada foto stok: foto produk, tempat usaha, tim, dan proses kerja. Siapkan juga logo dalam kualitas terbaik yang Anda punya, idealnya file aslinya, bukan tangkapan layar.
5. Kontak dan Lokasi
Nomor WhatsApp yang aktif, email, alamat, jam operasional, dan tautan media sosial. Pastikan semua konsisten dengan yang tertera di Google Business Profile. Panduan lengkapnya ada di Google Business Profile untuk UMKM.
6. Testimoni dan Portofolio
Kumpulkan ulasan pelanggan, hasil pekerjaan, atau studi kasus. Bukti sosial seperti ini sangat memengaruhi keputusan calon pelanggan. Pastikan Anda sudah meminta izin sebelum menampilkan nama atau logo mereka.
7. Domain dan Hosting
Jika sudah punya domain, siapkan akses pengelolaannya. Jika belum, pikirkan nama domain yang singkat, mudah diingat, dan sesuai nama bisnis. Kalau masih menimbang platform, baca dulu perbandingan WordPress, Wix, dan website custom.
8. Referensi Desain
Catat dua atau tiga website yang Anda sukai, beserta alasannya. Ini membantu desainer memahami selera dan arah visual yang Anda inginkan. Catat juga satu contoh yang tidak Anda sukai. Itu sering lebih jelas daripada seribu kata.
9. Kata Kunci Target
Bayangkan apa yang akan diketik calon pelanggan di Google saat mencari bisnis seperti Anda. Daftar ini menjadi dasar strategi SEO sejak awal pembuatan website. Caranya ada di riset kata kunci sederhana untuk UMKM.
10. Penanggung Jawab Konten
Tentukan siapa yang akan mengelola konten setelah website jadi, atau serahkan ke layanan perawatan agar website selalu segar dan aman. Alasan website butuh maintenance rutin dibahas di artikel tersendiri.
Pertanyaan yang Sering Muncul
Apakah semua bahan harus siap sebelum mulai?
Tidak. Yang paling penting di awal adalah tujuan website, profil bisnis, logo, dan kontak. Sisanya bisa dilengkapi sambil jalan, dan bagian yang belum ada bisa dibantu saat konsultasi.
Bagaimana kalau belum punya foto atau teks?
Mulailah dari yang ada. Foto bisa diambil bertahap dengan ponsel dalam pencahayaan yang baik, dan teks bisa disusun dari jawaban atas pertanyaan di checklist ini. Yang perlu dihindari adalah menunda semuanya sampai sempurna.
Sudah siap sebagian bahannya? Ceritakan kebutuhan Anda, dan kami bantu melengkapi sisanya.



